Sejarah Benteng Kuto Besak Tempo Doloe

Author: | Posted in sejarah indonesia No comments

Benteng Kuto Besak- Menikmati bermacam-macam pemandangan dari halaman Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. memang sangat menyamankan. Setiap saat menjadi sangat istimewa di tempat itu, baik di pagi maupun di malam hari. Bermacam-macam wisata sejarah yang terdapat di sekelilingnya menjadikan para pengunjung senang berlama­lama di tempat itu.

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak

Semenjak di restorasi menjadi Plaza, BKB telah populer hingga ke mancanegara. Dulu, halaman BKB terkenal sebagai tempat pasar buah yang kumuh dan kotor. Nama benteng itu menjadi terkenal sebab BKB dulunya adalah tempat pemberhentian angkutan kota. Tempat itu diubah kemudian para pedagang dipindahkan. Halaman BKB di sapu bersih dan di rubah menjadi sebuah plaza  yang bangunannya sampai menjorok ke Sungai Musi.

Konon cerita, Benteng Kuto Besak ialah central Kesultanan palembang yang mengalami perkembangan dari zaman madya hingga zaman baru di abad ke-19. Kuto yang artinya kota, benteng, puri, kubu yang asalnya dari kata sanskerta.

Sepanjang tujuh kaki, tembok ini di lapisi dengan 4 bastion.  Di dalamnya terdapat dinding dan hampir sama tingginya, dengan pintu gerbangnya, sehingga bisa juga di pakai untuk tameng jika sewaktu-waktu tembok pertama dapat di jebol.

Dalam tengah kraton di namai Dalem, khususnya untuk tempat tinggal raja, lebih tinggi dari bangunan biasanya. Seluruhnya di putari oleh dinding tinggi sehingga membuat satu perlindungan untuk raja. tidak  seorang pun diperbolehkan mendekati kediaman sang raja terkecuali para keluarganya. bangunan batu lainnya yang ada dalam kraton merupakan tempat untuk menyimpan amunisi dan peluru

Saat pertempuran melawan penjajah Belanda pada tahun 1819, terdapat sebanyak 129 pucuk meriam ada di atas tembok Kuto Besak. saat peperangan tahun 1821, kira-kira terdapat sekitar 75 meriam di atas dinding dan 30 meriam di sejauh tembok sungai, yang siap mengancam musuh.

Benteng Kuto Besak sebetulnya merupakan keraton ke 4 dari Kesultanan Palembang. mulanya keraton Kesultanan Palembang di beri nama Kuto Gawang dan  yang sekarang di buat sebagai pabrik pupuk Sriwijaya.

Ketika tahun 1651, saat Bangsa Belanda ingin mengatur monopoli perdagangan di Palembang, aspirasi itu tolak keras oleh Sultan Palembang, maka terjadilah perseteruan yang puncaknya penyerbuan terhadap keraton itu. Penyerangan  yang disertai pembinasaan itu mengakibatkan dipindahkannya central pemerintahan ke daerah Beringinjanggut di dekat tepi Sungai Tengkuruk.

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak tempo doloe

Kemudian pada zaman pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724 hingga 1758) central pemerintahan dipindahkan lagi ke tempat yang saat ini dijadikan tempat Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

berikutnya central pemerintahan berpindah lagi ke tempat baru, yakni yang sampai saat ini dikenal dengan nama Kuto Besak (Hanafiah 1989).

Semua pertahanan di Benteng itu memberitahukan bahwasanya Sultan Mahmud Baharuddin I.  telah memperhitungkan mengenai bagaimana cara memagari central pemerintahannya. pembentukan benteng  yang dikelilingi oleh sungai jelas membuktikan bahwasanya siapa yang mencoba masuk ke keraton sultan tidak serta merta bisa mendekati benteng  itu tapi harus melangkahi titik-titik tertentu sehingga mudah di monitor dan cepat tanggap jika terjadi penyerangan mendadak.

Secara totalitas Benteng Kuto Besak memiliki denah dengan persegi panjang dan berukuran 288,75 meter x 183,75 meter, dan menghadap ke arah tenggara pas di tepi Sungai Musi. tiap-tiap sudut terdapat bastion. dinding Benteng Kuto Besak mempunyai cirri khas, yaitu model dinding yang berbeda pada setiap masing-masing benteng.

demikian pula dengan tingginya. Dinding sisi timur laut memiliki ketebalan sama, ketinggian dinding di bagian depan mencapai 12,39 m sedangkan bagian dalam mencapai 13,04 m, sehingga di bagian atasnya bentuk bidangnya miring yang landai.

Dinding sisi barat daya memiliki 2 bentuk yang beda. Secara umum dinding sisi barat daya ini terbagi menjadi dua sebab di bagian tengahnya ada pintu gerbang. Dinding sisi barat daya bagian selatan memiliki bentuk dimana bagian bawah lebih tebal di bandingkan bagian atas, yaitu 1,95 meter dan 1,25 meter. namun,bagian dalam dan luar dinding tersebut mempunyai tinggi yang sama yaitu 2,5 meter. Dinding sisi barat daya di bagian utara memiliki bentuk dimana bagian bawahnya lebih tebal di bandingkan bagian atas yaitu 2,35 meter dan 1,95 meter. Ketinggian dinding di bagian dalam dan luar 2,5 meter.

Dinding tembok sisi barat laut mempunyai bentuk hampir mirip dengan dinding barat daya bagain selatan tebal dinding bagian bawahnya sekitar1,6 meter. sedangkan bagian atasnya 1,15 m dengan ketinggian dinding sekitar 2,25 meter.

Kini sekarang keadaan Benteng Kuto Besak banyak mengalami sebagian perubahan. Peninggalan-peninggalan arkeologi yang ada di Benteng Kuto Besak berawal dari masa Kesultanan Palembang Darussalam dan Kolonial Belanda. secara khusus peninggalan arkeologi yang mulanya dari masa Kesultanan Palembang Darussalam ialah pintu gerbang dan dinding keliling bagian barat daya.

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak Masa Kini

sedangkan peninggalan arkeologi yang bermula dari zaman Kolonial Belanda ialah gerbang utama Benteng Kuto Besak dan sebagian bangunan yang ada di dalam benteng. Berdasarkan bentuk arsitekturnya, bangunan-bangunan di dalam Benteng Kuto Besak di gambarkan bergaya Indis yang tumbuh di Indonesia di awal abad ke XX.

Kita bisa menempuh Benteng Kuto Besak dengan sangat mudah. Kita bisa memakai taksi serta  transportasi umum yakni angkot yang melalui kawasan bersejarah itu .untuk memasuki Benteng Kuto Besak, kita hanya membayar Rp 5.000,- untuk  tiket masuk. Atau jikalau bawa rombongan tinggal negosiasi harga. selain bisa menikmati wisata benteng itu, kita bisa beristirahat di Plaza Benteng Kuto Besak dan wisata Sungai Musi yang berada tepat didepan benteng itu.

 

No Responses

Add Your Comment