Matematika Ibarat Momok bagi siswa

Author: | Posted in Edukasi No comments

Matematika Ibarat Momok-hampir semua siswa di sekolah takut akan pelajaran matematika. Dikarenakan pelajaran matematika pelajaran yang sulit. dan siswa yang lain mengatakan bahwa metematika sangatlah menyebalkan, dan bikin stress. Mungkin pelajaran matematika bagaikan sosok hantu yang menakutkan.

Ada juga siswa yang dibentak orang tuanya karena nilai matematikanya sangat rendah. Bagi siswa yang tidak menyukainya mata pelajaran bagaikan momok. Sehingga, para siswa yang tidak suka matematika akan bermalas-malasn belajar matematika itu.

Matematika Ibarat Momok Di Kalangan Siswa

momok matematika

Ada juga siswa yang membuat kiasan matematika berubah kata menjadi mati-matian. Apa iya sampai sebegitunya ? Padahal Matematika adalah kunci utama dari pelajaran semua mata pelajaran. Contohnya pelajaran fisika para siswa tidak akan bisa di mengerti jika tanpa mempelajari dasarnya yaitu matematika.

Menurut kronologis para siswa, guru matematika identik guru yang killer. dan dicap sering memberi tugas, kerap memberi sanksi yang sadis dll. Yang akhirnya menjadikan siswa tambah malas dan mengiginkan pelajaran matematika dihapus selamanya.

Berikut ini ada pengalaman menarik yang saya alami ketika duduk di bangku SD kelas 6. saat pelajaran matematika guru ku lebih sering mengajar dengan cara bercerita. dan menjelaskannya pun sambil duduk. Guru ku tidak menjelaskan dengan rinci, justru siswanya diminta untuk meneruskan dan membaca sendiri dibukunya masing-masing.

Tapi beruntung, tidak lama wali kelas saya digantikan oleh seorang guru yang metode mengajarnya lebih menyenangkan. Bagi siswa yang kurang pandai akan dipindah duduk paling depan, demikian pula dengan siswa yang matanya minus. Metode pengajarannya pun asyik sehingga siswa merasa nyaman dalam menerima pelajaran itu.

saat duduk di bangku mtsn lumajang, ada juga pengalaman unik yang saya alami. Saat pembelajaran guruku sering mengawali dengan tanya jawab kepada setiap siswa-siswanya. Yang mana guruku pernah menyediakan penghapus yang penuh kapur. Jikalau para siswa salah menjawabnya, maka pipi akan menjadi sasarannya untuk di bedaki.

Namun, jikalau ada siswa menjawab dengan benar tetapi tidak bisa menjabarkannya, hukuman menjadi menjadi berlipat ganda. Sungguh tragis sebetulnya beliau bertujuan baik, siswa harus dapat mempertanggung jawabkan apa yang di katakannya.

saat akan ada pelajaran Matematika, suasana berubah menjadi seram dan menakutkan. Untuk mengantipasi hal itu sebagian siswa ada yang mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dan ada pulayang tidak menghiraukannya. Jikalau sudah tertanam rasa takut dalam siswa itu maka siswa akan malas mempelajarinya bahkan sebisa mungkin menghindarinya.dikarenakan merasa tidak nyaman dan serasa tertekan.

Mengapa harus malu mendapat saran dari pihak lain ? Kalau kita mengerti sebuah kesalahan lalu membiarkannya begitu saja, apa yang akan terjadi ? seluruhnya akan terrekam dalam ingatan siswa sepanjang hayatnya. Ini akan lebih membahayakan, karena kesalahan sejak awal akan sulit untuk mengubahnya.

Dari pengalaman mengajar saya, banyak hal yang saya jumpai saat mengajar dan ternyata terdapat faktor-faktor yang menjadikan siswa beranggapan matematika menakutkan.

Berikut ini faktor-faktor yang menjadikan siswa takut akan matematika :

  1. Siswa cenderung meremehkannya dan inginnya yang serba mudah dan praktis.
  2. mindset atau pemikiran yang salah terhadap matematika.
  3. sebagian siswa rata-rata mayoritas guru matematika killer.
  4. metode belajar mengajar yang tidak benar.

Add Your Comment