Peninggalan Kerajaan Kalingga Berupa Candi Dan Prasasti

Author: | Posted in sejarah indonesia No comments

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Ho-Ling ialah sebuah kerajaan hindu yang telah berdiri sejak abad 6 Masehi di Jawa Tengah. Namun tempat persinya masih belum pasti kebenarannya.

Sejumlah ahli mengavaluasi bahawa kerajaan ini berdiri di antara perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Jepara .

Pada  kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang peninggalan kerajaan kalingga yang berupa Candi dan prasasti.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

1. Prasasti Tukmas

Peninggalan Kerajaan

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Peninggalan kerajaan kalingga pertama ialah sebuah prasasti yang di temukan di kecamatan Grabak kota magelang Jawa Tengah. Prasasti Tukmas memakai huruf Pallawa dan memakai bahasa Sansekerta di sertai pahatan beberapa Gambar (Relief)

Prasasti Tukmas menceritakan tentang keberadaan sungai di lereng Gunung Merapi yang sumber mata airnya sangat jernih sama persis seperti sungai gangga di india. Adapun bentuk gambar yang terpapar di dalamnya ialah sebuah gambar trisula, kendi, kapak, cakra dan kelasangka serta bunga teratai.

Gambar itu menjadikan bukti otentik bahwasanya kerajaan kalingga menjalin hubungan erat dengan budaya Hindu dan India.

Diperkirakan letaknya dari ibu kota kerajaan cukup jauh dan prasati Tukmas juga digunakan sebagai  pernyataan bahwa jangkaun wilayah kekuasaannya cukup luas.

2. Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto merupakan prasasti dari kerajaan Kalingga yang di ketemukan di kabupaten Batang.

Dijuluki Sojomerto di karenakan Prasasti ini di ketemukan di desa yang bernama Sojomerto. Prasasti ini bahasa tulisannya menggunakan huruf Kawi dan memakai bahasa Melayu Kuno.

Para ahli menduga-duga bahwasannya prasasti Sojomerto di buat sekitar abad ke 7 Masehi.

Isi dari prasasti Sojomerto mengisahkan tentang keadaan keluarga Kerajaan Kalingga. Dapunta Sailendra merupakan salah satu pendiri dari kerajaan itu.

3. Prasasti Upit

Prasasti Upit merupakan Prasasti yang di ketemukan di desa Ngawen Kec, Ngawen Kabupaten Klaten.

Sisi dari prasasti terbeut ialah mengisahkan tentang adanya kampong yang bernama kampong Upit yang menjadi daerah bebas pajak karena kebijakan dari Ratu Shinta. Saat ini prasasti Upit di abadikan di Museum Purbakala, Jawa Tengah di Prambanan Klaten.

Selatin prasasti kerajaan kalingga juga meninggalkan sebuah candi yaitu candi Angin dan Candi Bubrah.

4.Candi Angin

Candi Angin di ketemukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling Jepara Jawa Tengah. Disebut candi Angin di karenakan candi ini berdiri di atas daerah dataran tinggi.

Meskipun hembusan angin yang sangat kencang dari masa ke masa candi ini tidak rubuh dan justru semakin kokoh. Diperkirakan candi Angin di dirikan pada waktu sebelum pembangunan Candi Borobudur.

Dengan tidak adanya ornamen hindu-budha diperkirakan candi ini dibuat sebelum kebudayaan hindu-budha bercampur dengan kebudayaan asli dari jawa.

5.Candi Bubrah

Candi Bubrah di ketemukan di sekitar candi Angin. Di beri nama candi Bubrah di karenakan pada waktu di ketemukan, keadaan canadi ini sudah Bubrah.

Dari Bentuk dan gaya bangunannya candi ini di duga di bangaun pada abad ke 9 Masehi.

Dengan berupa kebudayaan Budha candi ini di buat dari batu andesit yang berukuran sekitar 12 meter x 12 meter.

Saat di ketemukan sisa reruntuhan tingginya hanya sekitar 2 meter.

Demikian tentang pejelasan mengenai Peninggalan Kerajaan Kalingga semoga bermanfaat >>>

READ  14+Peninggalan Kerajaan Kediri Lengkap (Candi,Prasasti dan Kitab-Kitab)

Add Your Comment