Peninggalan Zaman Megalitikum Singkat Penjelasan Dan Gambar

Author: | Posted in sejarah indonesia No comments

Peninggalan Zaman Megalitikum– Megalitikum disebut juga dengan masa batu besar. Hasil karya budayanya berupa bangunan-bangunan besar yang di gunakan sebagai tempat pemujaan kepada roh nenek moyang.

Kebudayaan ini berlangsung sampai masa logam, dan bahkan sampai sekarang ini kita masih dapat menemui di berbagai daerah di indonesia. Adapun hasil budayanya yaitu, berupa menhir, batu berundak, dolmen, kubur batu, sarkofagus, waruga, serta berbagai jenis arca.

Peninggalan Zaman Megalitikum

Peninggalan Zaman Megalitikum

Peninggalan Zaman Megalitikum

Megalitikum berasal dari kata “mega” yang memiliki arti besar dan “litik” yang artinya batu megalitikum merupakan masa batu dimana manusia pada saat itu hidup dengan peralatan yang bahannya terbuat dari bebatuan besar.

Dulunya  masyarakat di masa ini memiliki kehidupan yang sangat primitif, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka membuat alat perabotan hanya dengan bahan batu besar. Kemudian masa megalitikum berkembang dari masa Neolitikum sampai masa Perunggu, pada budaya megalitik batu tegak itu di lambangkan“laki-laki” sedangkan batu datar di lambangkan “perempuan”

Masa Megalitikum di bagi menjadi 2 masa periode yaitu masa batu tua dan masa batu muda, masa batu tua meluas sampai  ke Indonesia pada masa Neolitikum dengan hasil peninggalan-peninggalan berupa kapak persegi, menhir, punden berundak, dan arca statis. Selanjutnya masa batu muda mulai meluas  ke Indonesia pada masa Perunggu dengan hasil peninggalan-peninggalan yakni, dolmen, waruga / sarkofagus dan arca dinamis dari berbagai macam peninggalan pada masa batu tua dan masa batu muda dan  juga masih memakai batu kasar untuk membentuk benda-benda tersebut.

Berikut ini benda-benda atau bangunan yang dihasilkan atau dibuat oleh manusia pada zaman Megalitikum yaitu:

1.Menhir

Menhir adalah sebuah tugu,yang sengaja di letakkan di suatu tempat untuk mengenang orang yang sudah meninggal. tugu ini berupa media penghormatan dan lambang bagi orang-orang yang sudah meninggal.

Menhir merupakan batuan-batuan dari masa Neolitikum yang di jumpai di Perancis, Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia. Batu-batu itu di beri nama megalith (batu besar). Mega di dalam bahasa Yunani

Memiliki arti besar dan lith berarti batu. Para arkeolog meyakini bahwa situs ini dipakai untuk tujuan religius dan memiliki arti simbolis sebagai tempat pemujaan para arwah nenek moyang.

2. Punden Berundak

Punden berundak di jadikan sebagai tempat melakukan penyembahan bangunan itu  kemudian di jadikan konsep dasar bangunan candi pada waktu hindu-buddha. Struktur dasar punden berundak di ketemukan saat  situs-situs purbakala dari masa kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha, meskipun demikian juga digunakan pada bangunan-bangunan dari masa periode selanjutnya, bahkan sampai masa Islam masuk di Nusantara. perluasannya tercatat di kawasan Nusantara sampai ke Polinesia, meskipun di wilayah Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang di ketahui sebagai marae oleh orang Maori.

munculnya pengaruh agama dari luar sempat menghapus pendirian punden berundak di berbagai tempat, namun  terdapat pula petunjuk yaitu dengan adanya unsur asli ini pada bangunan-bangunan dari masa berikutnya, seperti hal nya pada Candi Borobudur, Candi Ceto, dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

3.Kubur Batu

Bentuknya mirip seperti kuburan dapat kita lihat saat ini, kubur batu  tersusun dari batu yang memiliki dua sisi panjang dan dua sisi lebar. Sebagian besar kubur batu yang di di jumpai dengan posisi membujur dari arah timur ke barat.

Pada masa prasejarah saat tradisi Megalitikum berkembang kubur batu merupakan jenis peninggalan batu-batu besar (megalit). kegunaan dari kubur batu sendiri sebagai tempat pemakaman untuk orang-orang yang dihormati yang hidup pada masa megalit.

Kubur batu sudah di lapisi keamanan dengan cara diberi pagar keliling yang bahannya terbuat dari bahan kayu dengan ukuran panjang 5,50 meter dan lebar 5 meter. dan atas nya di beri cungkup dari seng dengan tiang pembantu dari kayu dan pondasi semen.

4.Sarkofagus

Seperti kubur batu tetapi mempunyai tutup di atasnya, biasanya antara wadah dan tutup memiliki ukuran yang sama. Pada dinding muka sarkofagus diberi pahatan manusia atau binatang yang di sangka mempunyai kekuatan magis.

Sarkofagus biasanya disimpan di atas tanah Beberapa di cipatakan agar bisa berdiri sendiri, sementara Sarkofagus yang lain disimpan di ruang bawah tanah. Di Mesir kuno, sarkofagus dijadikan sebagai lapisan keamanan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang diukir dengan alabaster

5.Dolmen

Dolmen merupakan bangunan yang mempunyai banyak bentuk dan kegunaan, contohnya sebagai tempat sesaji pada waktu pelaksanaan upacara. Dolmen terkadang di letakan di tempat-tempat yang dianggap keramat. Dolmen ialah sebuah meja yang bahannya terbuat dari batu sebagai tempat meletakkan sesaji untuk pemujaan.

Sedangkan di bawahnya dipakai untuk penempatan mayat, agar mayat terhindar dari binatang buas maka kaki mejanya di buat banyak hingga mayat tertutup rapat oleh bebatuan.Hal ini menjelaskan kalau masyarakat pada masa itu mempercayai akan terikatnya sebuah jalinan antara orang yang meninggal dengan yang masih hidup, mereka yakin bahwa bila terjadi jalinan yang baik akan menghasilkan keharmonisan dan keselarasan bagi kedua nya.

6.Arca Batu

Arca batu sering di jumpai di kawasan Indonesia dan Bentuknya mirip binatang atau manusia dengan ciri Negrito. Di Pasemah di jumpai arca yang di kenal Batu Gajah. yaitu bongkahan batu dengan bentuk bulat diatasnya dan ada pahatan wajah manusia yang mungkin wujud dari nenek moyang yang menjadi objek penyembahan

Dalam agama Hindu, arca setara dengan Murti, yang merujuk pada citra dan mejelaskan mengenai Roh atau Jiwa Ketuhanan (murta).biasanya di buat  dari batu, kayu, ataupun logam, yang di gunakan sebagai tempat dan pemujaan kepada Tuhan.

Menurut keyakinan agama Hindu, murti layak dipuja sebagai fokus utama pemujaan kepada Tuhan dengan maksud memberikan persembahan atau sesaji. Perwujudan dewa atau dewi, baik itu sikap tubuh, atribut, atau proporsinya harus tertuju kepada kebiasaan keagamaan yang berhubungan.

7.Waruga

Waruga adalah kubur batu yang tidak mempunyai tutup, waruga banyak di jumpai di situs Gilimanuk, Bali. Waruga merupakan makam leluhur orang Minahasa yang bahannya di buat dari batu dan terdapat dua bagian. Bagian atas bentuknya segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah bentuknya kotak dan bagian tengahnya ada ruang.

Demikian pembahasan singkat mengenai Peninggalan Zaman Megalitikum semoga bermanfaat >>

Add Your Comment