Sejarah Angling Dharma lengkap (Sejarah,Perjalanan Hidup Dan Masa Kejayaan)

Author: | Posted in sejarah indonesia No comments

sejarah angling dharma-Jika kalian merupakan seseorang sejarawan tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan nama tokoh Angling dharma atau yang lebih fenomenal dengan nama prabu angling dharma.

dia adalah salah satu tokoh wayang yang ternama sejak abad 15 Masehi, tokoh ini terkenal samapi sekarang karena selalu dijadikan pemeran utama di dalam wayang orang. Menurut sejarah cerita dari nenek moyang, sejarah angling dharma ini merupakan terusan dari cerita Mahabrata.

Di ceritakan bahwa angling dharma adalah titisan dewa Batara Wisnu. Salah satu kelebihan dari prabu angling dharma ialah dia bisa mengerti bahasa binatang serta sangat pandai dalam panah memanah.

Sejarah Angling Dharma

sejarah angling dharma

Sebelum Angling Dharma lahir, telah berdiri sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Hastina. Kerajaan Hastina pada waktu tu di pegang oleh Raja Parikesit. Semenjak Parikesit memiliki beberapa anak.

keaadaan disekeliling kerajaan mulai memburuk dikarenakan persaingan perebutan kekuasaan. Raja Parikesit menyerahkan tahtanya kepada putranya yang bernama Yudayana. Ketika saat pengaturan Yudayana dimulai  kerajaan hampir saja mengalami kemunduran.

sehingga Raja Yudayana  mulai berani merubah nama kerajaannya menjadi Yawasita. pengubahan nama kerajaan bertujuan agar masa depan kerajaan semakin membaik. Namun faktanya masa depan kerajaan Yawasita tetap tidak ada perubahan. Sehingga tahta itu dia serahkan kepada Gendrayana yang dulu pernah sempat menjadi saingannya.

Pada waktu pemerintahan Raja Gendrayana, lingkungan kerajaan mulai membaik dan lebih sejahtera. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya rasa kelaparan dan kemiskinan. Tapi, masa kepemerintahan Gendrayana tidak begitu lama sebab dia menghukum adiknya sendiri yang bernama Sudarsana.

Karena mendengar berita itu, akhirnya Batara Narada datang ke kerajaan Yawastita untuk menghukumi Gendrayana. Sebagai hukumannya, gendrayana di asingkan ke hutan oleh Batara Narada. Sedangkan Sudarsana dijadikan sebagai penerus Gendrayana.

Di dalam hutan, Gendrayana bersama pengikut-pengikutnya mendirikan sebuah kerajaan yang sangat kokoh. Setelah selang beberapa tahun, atas perjuangan keras yang dilakukan Gendrayana  akhirnya berdirilah sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Mamenang.

Dan raja pertama yang menjadi raja pada waktu itu ialah Gendrayana sendiri. Bahkan mencapai hingga ratusan tahun kerajaan Mamenang berhasil mensejahterakan rakyatnya. dan selalu menang dalam bekompetisi dengan kerajaan Yawasita.

sesudah mengalami masa kejayaan, Gendrayana dikaruniai anak yang diberi nama Jayabaya. Gendrayana menyerahkan tahtanya kepada Jayabaya. kemudian Raja Sudarsana juga menurunkannya kepada Sariwahana.

Kamudian Sariwahana menyerahkan tahtanya kepada anaknya yang bernama Astradama karena Sariwahana tidak begitu suka menjadi seorang raja. Pada waktu penyerahan tahta, kedua kerajaan itu selalu terlibat dalam perang saudara. Perang saudara itu bertahan sampai puluhan tahun dan tetap saja tidak ujung selesai.

karena bantuan dari Hanoman yang telah bertapa lebih dari ratusan tahun akhirnya kedua kerajaan itu dapat berdamai. Hanoman telah berhasil mewujudkan perdamaian antara kerajaan Yawastina dengan kerajaan Mamenang dengan cara menikahkan salah satu anggota dari ke dua kerajaan itu yakni Astradarma dinikahkan dengan Pramesti.

sesudah menikah,dalam tidurnya Pramesti bermimpi bertemu dengan dewa Wisnu. Dewa  Wisnu mengatakan kepada premesti bahwa dia akan lahir di dunia melalui rahimnya sendiri. Dengan adanya mimpi itu, tiba-tiba perutnyamembuncit dan didalam rahimnya terdapat jabang bayi.

Astradarma merasa kaget karena kehamilan pramesti dan menuduh Pramesti selingkuh dengan orang lain. Sehingga Astradarma mengsusir pramesti. Saat Jayabaya menjumpai putrinya menuju istananya dalam kondisi hamil dan lemas.

Jayabaya sangat marah kepada Raja Astradarm dan Jayabaya melontarkan kutukan kepada  kerajaan Yawastina bahwa kerjaan itu akan dilanda banjir bandang yang besar.Tidak lama kutukan itu pun menjadi kenyataan. kini Raja Astradarma dengan seluruh rakyatnya tenggelam bersama kerajaannya karena banjir itu.

Setelah hancurnya kerajaan Yawastina, Pramesti melahirkan seorang putra yang yang bernama Angling Dharma. Angling Dharma adalah bayi titisan dari Dewa Wisnu yang mempunyai kesaktian luar biasa.

Angling Dharma lahir ke dunia bersamaan dengan kematian Jayabaya. Sesudah meninggalnya Jayabaya, tahta kerajaan Mamenang di wariskan kepada Jaya Amijaya atau Saudara dari Pramesti.

Perjalanan Hidup Angling Dharma

perjalanan hidup angling dharma

semasa kecil hingga remaja Angling Dharma selalu membantu temannya. Dia selalu menumpas kejahatan dengan usia Angling Dharma masih sangat muda. Banyak sekali perampok yang berhasil dia musnakan. Karena hal itu angling dharma sangat di hormati masyarakat. Pada waktu memasuki usia remaja,

Angling Dharma mulai berlatih kanuragan dan mengasah kemampuannya dalam dunia persilatan. Dengan bekal keahlian yang di miliki sejak kecil. Angling Dharma sangat tanggap mempelajari berbagai macam jenis jurus yang diajarkan gurunya. Angling dharma juga diajarkan berburu yang baik dan tidak merusak alam sekitar.

Angling Dharma selalu membunuh hewan sesudah dia bisa berburu dalam sehari Angling Dharma biasanya mendapatkan 3 ekor singa. Melihat hal itu, gurunya memarahi Angling Dharmas hingga Angling Dharma ingin berlatih dengan gurunya sendiri.

 

lebih dari 2 tahun, Begawan Maniksutra berlatih mempelajari ilmu baru dan kini dia berhasil menguasai berbagai macam ilmu tenaga dalam yang luar biasa. Suatu hari Begawan mengetahui Angling Dharma sedang berburu dan membawa 2 ekor singa dalam terikat tali. Begawan Maniksutra langsung menghentikan langkah Angling Dharma yang penuh dengan keringat.

 

Begawan berkata lihat sekitarmu Angling Dharma karena melihat tali yang diikatkan ke leher ke dua singa tiba-tiba hilang. Angling Dharma langsung menghindar dari kejaran dua ekor singa yang telah di ikatnya. Setelah agak jauh berlari.

Angling dharma terkejut karena tiba-tiba Begawan Maniksutra berada tepat di depan Angling Dharma. dia memohon kepada Begawan Maniksutra untuk kembali jadi muridnya lagi. sewaktu Angling Dharma menjadi murid Begawan itu, dia diajarkan ilmu-ilmu yang dikuasai Begawan Maniksutra agar kelak bisa meneruskan ilmu itu untuk generasi muda yang berjuang mempertahankan negerinya.

Akhirnya Angling Dharma berhasil menyerap seluruh ilmu pemberian dari Begawan Maniksutra selama ini. Kemudian dengan yang bulat dia ingin mendirikan sebuah kerajaan baru karena mengingat sejarah kerajaan  kakeknya yang dulu sering bertikai dengan kerajaan lain. Angling Dharma ingin mendirikan sebuah kerajaan yang damai dan sejahtera.

sesudah Angling Dharma dewasa  dia berniat memboyong ibunya pindah ke kerajaan yang telah di dirikannya sendiri Kerajaan itu diberi nama Malawapati. Di sana, dia memimpin kerajaannya sendiri dan mengatur sendiri dengan gelar Prabu Angling Dharma oleh dirinya sendiri. Setelah kerajaan Yawastina mendengar kesejahteraan  pada kerajaan Malawapati, Jaya Amijaya memberi seperempat daerah kekuasaannya kepada Angling Dharma dengan maksud mensejahterakan rakyat barunya.

Walaupun dia seorang raja tapi dia tidak mau melupakan kebiasaannya untuk berburu. Angling Dharma lebih senang berburu pada malam hari. sebab malam hari binatang buruan sangat mudah untuk di dapatkan. Pada waktu dia berburu,dia bertemu seorang gadis bersembunyi dari kejaran seekor harimau. kemudian dia mengajak gadis itu menuju ke tempat  yang lebih aman.

Selama dalam perjalanan mereka saling berkenalan dan rupanya Gadis itu bernama Setyawati yang ayahnya adalah pertapa sakti yang  bernama Resi Maniksutra. Angling Dharma merasa jatuh cinta kepada Setyawati, dia berniat untuk mempersunting Setyawati sebagai pendamping hidupnya.

tetapi ada sedikit kendala ketika akan mempersunting Setyawati ternyata Kakak Setyawati yang bernama Batik madrim telah berikrar sumpah bahwa barang siapa yang bisa mengalahkannya maka boleh menjadi pendamping hidup setyawati.

mendengar sumpah tersebut, akhirnya Angling Dharma ikut dalam sayembara itu untuk mendapatkan Setyawati. Maka terjadilah perkelahian antara batik madrim dengan Angling Dharma dan ternyata perkelahian itu  dimenangkan oleh Angling Dharma. Sesudah itu, kini Setyawati menjadi permaisuri Angling Dharma dan batik madrim sebagai patihnya.

Di waktu lain, Angling Dharma melihat Nagagini sedang berselingkuh dengan  ular tampar. Hal itu di lihat langsung pada saat berburu di malam hari. Angling Dharma kemudian membantai ular jantan tersebut demi kebaikan.

Sedangkan Nagagini pulang dengan keadaan terluka berat. Nagagini berbohong kepada suaminya supaya membalas dendam kepada Angling Dharma yang telah membinasakan ular tampar itu. Nagaraja pun menyelinap  ke dalam istana Malawapati  tapi saat menyelinap ke dalam istana.

Nagaraja melihat langsung pembicaraan angling dharma dan Setyawati mengenai perselingkuhan naga gini. Nagaraja menyadari bahwa istrinya yang salah. Nagaraja kemudian menemui Angling Dharma dan memohon maaf  karena ia hampir saja mau membunuh Angling Dharma.

Ketika Nagaraja mengakui bahwa dia akan meninggal dikarenakan moksa. Kemudian Nagaraja menurunkan kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada prabu  Angling Dharma. Ilmu tersebut harus digunakan dengan baik dan penuh rahasia. Setelah menurunkan ilmu tersebut, Nagaraja pun pergi meninggalkan dunia Jenazah Nagaraja dibawa ke rumah naga gini dan menjelaskan apa yang telah terjadi sebenarnya.

Semenjak Angling Dharma mendapat ilmu dari Nagaraja, dia bisa berbicara dengan binatang di sekitarnya.  sempat ia tertawa sendiri menyaksikan percakapan sepasang cicak. Hal itu menjadi Setyawati tersinggung karena merasa dia tidak diperhatikan lagi. Angling Dharma tidak mau mengatakan yang sebenarnya karena sudah berjanji akan merahasiakan Ilmu Aji Gineng.

Hal itu menjadikan Setyawati bertambah marah. Setyawati kemudian bunuh diri dalam api karena merasa dirinya tidak di perhatikan lagi oleh Angling Dharma. saat upacara pembakaran diri dilaksanakan, Angling Dharma secara tidak sengaja mendengar percakapan sepasang kambing. Dari percakapan itu Angling Dharma sadar kalau pilihannya sangat salah dan tidak tepat karena bisa merugikan rakyatnya.

Setelah setelah kepergian istrinya, Angling Dharma melakukan hukuman buang untuk beberapa masa sebagai penebus dosa. Hukuman itu adalah permintaan dari rakyatnya sendiri. diKarenakan Angling Dharma telah ingkar janji. Meskipun Angling Dharma dihukum, dia tetap menjadi seorang raja. Kemudian Angling Dharma menyerahkan kedudukannya kepada Batikmadrim selama dia menjalani hukuman itu.

Ketika Dalam perjalanan, Angling Dharma berjumpa dengan tiga orang putri yang bernama widati, widata, dan Widaningsih. Ketiganya menaruh hati kepada Angling Dharma dan menyekapnya agar tidak bisa pergi meninggalkan mereka. tapi semenjak dia tinggal bersama dengan tiga orang putrid itu, Angling Dharma merasa ada aneh  saat putri-putri sering keluar di waktu malam hari.

Kemudian Angling Dharma mali rupa sebagai sosok burung gagak untuk menyelidiki yang sebenarnyaDan ternyata setiap malamnya  mereka selalu memangsa manusia. Akhirnya keganjilan Angling Dharma sudah terbuktikan. Rupanya ketiga orang putri tadi adalah seorang penyihir

Ketika Angling Dharma ketahuan sedang melihat kegiatan mereka yang sedang pesta daging manusia, Angling Dharma kemudian bertikai dengan mereka. Namun kekuatan Angling Dharma masih dapat dilumpuhkan oleh 3 orang penyihir itu  dan ketiga putri tadi mengubah Angling Dharma menjadi seekor belibis putih.Belibis putih itu terbang hingga ke wilayah Kerajaan Bojanagara. Di sana, ia dirawat seorang pemuda pengembala bernama Jaka Geduk. Jaka Gduk kaget saat dia melihat belibis putih mampu berbicara kepadanya.

Ketika itu, raja Bojanagara sedang bingung mengatasi kasusnya yaitu seorang wanita bernama Bermani memiliki dua orang suami yang memiliki rupa sama dan nama sama, yaitu Bermana. Kemudian jaka geduki datang sambil membawa belibis putih untuk mengatasi masalah Bermani.

Atas arahan belibis putih, Jaka Geduk berhasil mengungkap Bermana asli ataupun palsu  ternyata bermana palsu merupakan sosok dari Jin yang bernama Wiratsangka.  Atas keberhasilannya itu, kini Jaka Geduk diangkat sebagai bagian dari kerajaan itu, sedangkan belibis putih diminta oleh sang putri sebagai burung peliharaannya.

Masa Kejayaan Prabu Angling Dharma

masa kejayaan

Meskipun Angling Dharma telah berubah menjadi belibis putih, dia sebetulnya bisa berubah ke wujud aslinya pada malam hari saja. Tapi Angling Dharma merahasiakan hal itu kepada siapapun kecuali Ambarawati.

Setiap malam ia menjumpai Ambarawati dalam sosok manusianya sehingga mereka berdua saling menaruh hati. Akhirnya angling dharma dan ambarwati menikah tanpa sepengetahuan ke dua orang tua Ambarawati. Dari pernikahan itu Ambarawati pun mengandung.

Darmawangsa merasa  bingung karena tiba-tiba putrinya mengandung. dengan kedatangan pertapa sakti bernama Resi Yogiswara. dia sanggup menemukan ayah dari janin yang dikandung Ambarawati.Resi merasa curiga karena adanya seekor belibis putih yang mempunyai  kalung yang sama seperti kalung milik Angling Dharma.

Kemudian Resi Yogiswara menikam belibis putih peliharaan Ambarawati. Usai bertarung  belibis putih kembali ke wujud aslinya yaitu Angling Dharma, sedangkan Yogiswara kembali menjadi Batikmadrim. Kedatangan Batikmadrim tujuan sebenarnya adalah untuk menjemput Angling Dharma yang sudah habis hukumannya.

Kini Raja Darmawangsa menerima angling dharma sebagai mantunya  dan raja Darmawangsa membuat acara pernikahan besar untuk menyambut kedatangan Angling Dharma. Angling Dharma kemudian memboyong Ambarawati ke Malawapati.

Dari pernikahan itu, akhirnya ambarwati melahirkan anak yang bernama Anglingkusuma. Angling Kusuma akan menjadi generasi penerus raja di kerajaan Bojanagara. tapi, selama Angling Kusuma memimpin, angling kusuma memiliki musuh yang  bernama Durgandini dan Sudawirat yang ingin melengserkan kerajaan Bojanagara.

sesudah kembalinya Angling Dharma ke Malawapati, kerajaan kerajaan itu menjadi berjaya dan mampu membuat  putranya memerangi musuh-musuhnya. dan sampai akhirnya mereka berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Akibat hal itu kini sudawirat sadar dan berjanji untuk mengabdi selamanya kepada Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Angling Dharma. sedangkan Durgandini bersedia berbakti setia pada kerajaan Bojanagara.

demikian ulasan sejarah angling dharma semoga bermanfaat>>>

No Responses

Add Your Comment