Sejarah Kekejaman Bangsa Viking

Author: | Posted in sejarah dunia No comments

Bangsa Viking- di pulau kecil Lindisfarne, atau yang dikenal dengan nama Holy, para biarawan sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Sehingga tidak sadar bahwa kapal-kapal sedang melaju dan menerjang ombak ke arah mereka. Kapal-kapal itu menuju ke arah pantai, kemudian pria bermuka garang dan bersenjatakan pedang melompat keluar dari kapalnya dan menuju ke tempat biara.

Pria bermuka garang itu tiba-tiba menyerang para biarawan dan membantai habis mereka. Para pembajak ini mengambil emas, perak, serta benda berharga lainnya. selanjutnya, mereka pergi meninggalkan tempat biara itu dan berlayar ke arah Laut Utara.

Para perampok ini di sebut juga sebagai orang-orang Viking, dan pernyerbuan mereka terkenal sangat brutal. Cara mereka sergap kemudian lari itu mencuri perhatian bangsa di Eropa.

Petani dan Penjajah

Sejarah awal nenek moyang Viking berasal dari Jerman sekitar 2.000 tahun sebelum era Viking, mulai berpindah dari Eropa. orang Viking sebenarnya adalah petani, juga termasuk orang-orang yang menggencarkan penyerbuan. di Skandinavia mereka lebih ketergantungan pada berburu binatang dan memancing ikan paus.

Sedangkan saudagar Viking mendiami wilayah yang cukup besar, dan dari sanalah mereka mulai melayari perdagangan Eropa. Lantas, apa yang yang melatarbelakangi perubahan sifat Viking ini yang kelihatannya baik tiba-tiba-tiba menjadi sosok yang mengerikan.

Salah satu faktornya tidak lain adalah kelebihan penduduk, tetapi banyak sejarawan beropini lain bahwasanya hal ini berlaku di Norwegia barat saja dikarenakan tanahnya sempit. The Oxford Illustrated History of the Vikings mengungkapkan, ”Sebagian besar generasi pertama bangsa viking hanya mencari kemakmuran, bukan mencari tanah.

bangsa viking

petani viking

Lebih khusnya untuk para raja dan kepala suku sebab mereka butuh banyak pemasukan untuk mempertahankan kekuasaan.mungkin orang Viking lainnya meninggalkan Skandinavia untuk melarikan diri dari pertengkaran keluarga dan perang.

Adapun faktor lainnya yakni, karena orang Viking memiliki lebih dari satu istri. Akibatnya, mereka memiliki banyak keturunan. namun, biasanya hanya anak pertama yang memperoleh warisan keluarga, sehingga adik-adiknya harus berusaha sendiri.

dalam buku The Birth of Europe dijelaskan bahwa anak-anak lelaki yang tidak mendapatkan warisan akan membentuk pasukan elit dan berbahaya. meski dengan cara apa pun, apakah itu dengan menjadi seorang penakluk di negeri sendiri atau pun menjadi perompak di negeri lain.

Orang-orang Viking juga mempunyai sarana prasarana yang tepat untuk melakukan serangan seperti kapal panjang. Para sejarawan mengagumi kapal ini sebagai suatu prestasi terbaik dalam bidang teknologi ketika awal Abad Pertengahan.

Perkembangan Bangsa Viking

Sebagian sejarawan menjelaskan bahwa era Viking di awali pada pertengahan abad ke-8, yaitu saat setelah penyerbuan mereka ke Lindisfarne. Karena peyerbuan inilah sehingga membuat keberadaan bangsa Viking di akui oleh publik. Dari Inggris, mereka pergi ke Irlandia, sekali lagi target mereka adalah biara-biara yang penuh dengan kekayaan.

Bangsa Viking berlayar kembali pulang menyongsong musim dingin. namun, pada tahun 840 M mereka tidak lagi menjalankan tradisi ini. Dan mereka menghabiskan waktunya di musim dingin di daerah jajahannya. sebetulnya kota Dublin di Irlandia sempat menjadi daerah kekuasaan Viking. Di tahun 850 M bangsa viking melewatkan musim dingin di Inggris, Pulau Thanet di muara Sungai Thames.

Tiba-tiba Bangsa Viking asal Denmark dan Norwegia sampai di Kepulauan Britania, tapi bukan lagi sebagai penyerang melainkan sebagai bala tentara. kapal ini panjangnya bisa mencapai 30 meter dan bisa memuat hingga 100 prajurit. Di tahun selanjutnya, bangsa Viking menundukkan Inggris bagian timur laut. Salah satunya adalah Danelaw karena kebudayaan dan hukum orang Denmark lebih dominan di daerah sana.

namun, di bagian selatan Inggris, di Wessex, Raja Saxon Alfred dan para generasinya berhasil bertahan. tetapi, setelah perang besar di Ashington pada tahun 1016 dan sesudah wafatnya Raja Edmund. pemimpin Viking yang bernama Canute​ dia mengatakan bahwa Kristen​ merupakan satu-satunya raja di Inggris.

Pedalaman Dan Luar Eropa

Saat tahun 799 M bangsa Viking Denmark mulai menggempur suatu wilayah yang saat itu dikenal dengan Frisia. ​Sebuah kawasan pantai Eropa yang terbentang dari Denmark hingga Belanda. Dari sanalah, bangsa Viking mengarungi sungai Loire serta Seine dan menjajah kota serta desa sampai ke pelosok Eropa. Pada tahun 845 M, bangsa viking sempat juga menjajah Paris. Raja Frank, Charles the Bald, membayar upeti 3.000 kilogram perak supaya mereka segera pergi meninggalkan kota itu. tetapi, mereka kembali lagi dan menjajah bukan hanya Paris saja, melainkan daerah-daerah luar kota seperti Troyes, Verdun, dan Toul.

pada tahun 844 M  bangsa Viking berlayar ke Spanyol dan Portugal, dan menggempur kedua daerah itu untuk pertama kalinya. Mereka menjajah beberapa kota kecil dan sempat menduduki Seville untuk sementara waktu. Namun menurut kata “Cultural Atlas of the Viking World, ”para pejuang Arab melakukan pemberontakan hingga bangsa Viking memukul mundur pasukannya.

Pada 859 M pasukan mereka hampir dihancurkan  meskipun demikian, mereka kembali lagi dengan sebuah armada yang berjumlah atas 62 kapal . sesudah merusak beberapa bagian dari Spanyol, mereka kemudian menyerbu Afrika Utara dan selanjutnya mereka pergi ke Italia untuk menjajah Pisa serta Lina.

bangsa Viking dari Swedia berlayar menuju arah timur melewati Laut Baltik menuju jalur perairan besar di Eropa Timur. Akhirnya, mereka sampai juga di Laut Hitam dan negeri-negeri kaya Imperium Bizantium. Beberapa saudagar Viking sudah mencapai Bagdad dengan melalui Sungai Volga dan Laut Kaspia. Akhirnya, pimpinanan suku Swedia menjadi penguasa atas negeri Slavik yaitu, Dnieper dan Volga. Para penjajah ini di kenal dengan nama Rus. Kata rus di yakini sebagai asal kata Rusia (Tanah Orang Rus)

Ke Islandia, Greenland, dan Newfoundland

Bangsa Viking Norwegia memfokuskan perhatian ke pulau bagian luar. semisal, mereka menguasai kepulauan Orkney dan Shetland ketika pada abad ke-8, dan Faeroe, Hebride, dan Irlandia timur pada abad ke-9. Bahkan, orang Viking juga menjajah Islandia. Dan di sana, mereka membentuk badan parlemen Althing. Althing digunakan sebagai badan pemerintahan di Islandia sekaligus majelis tertua di Barat.

Erik the Red mendirikan sebuah koloni di Greenland. semasa pada tahun yang sama seorang Norse, Bjarni Herjolfsson, bergabung dengan orang-tuanya di Greenland. tetapi, angin mengarahkan kapalnya sehingga dia tersapu jauh dari Greenland. ”Bjarni adalah orang Norse yang pertama pernah mengetahui Amerika Utara.

Berdasarkan berita dari Bjarni kemungkinan besar sesudah tahun 1000, Leif Eriksson, putra Erik the Red, berlayar menuju arah barat dari Greenland dan berlayar menuju Pulau Baffin, kemudian ke pesisir Labrador. dia datang ke Vinland, dikarenakan adanya anggur atau buah beri liar yang tumbuh di daerah sana. Leif menghabiskan waktu musim dingin di sana. Di tahun berikutnya, kakak laki-laki Leif, Thorwald, menjadi pemimpin dalam sebuah ekspedisi ke Vinland, tetapi dia tewas terbunuh dalam sebuah perkelahian dengan penduduk setempat.

namun, selang beberapa tahun kemudian, antara 60 sampai 160 orang Viking membangun sebuah tempat tinggal di Vinland. tetapi dikarenakan pembangkangan oleh kaum pribumi, mereka hanya tinggal selama tiga tahun dan tidak kembali lagi ketempat itu. Mendekati hampir 500 tahun kemudian, John Cabot yang merupakan seorang penjelajah dari inggris mengecap Amerika Utara sebagai daerah kekuasaan Inggris.

Berakhirnya Periode Viking

Di ambang akhir kejayaannya, bangsa Viking sudah membentuk sejumlah negara politis baru yang diatur oleh dinasti-dinasti Skandinavia. tetapi, mereka tidak jadi orang asing untuk masa yang lam. dikarenakan banyak bangsa Viking bercampur dengan kebudayaan baru mereka seperti agama. Contohnya seorang kepala suku bernama Rollo, yang menudukkan daerah di wilayah pesisir Prancis (Normandia) pindah agama menjadi Katolik.

keturunannya adalah William, Duke of Normandy. Sesudah pertempuran di Hastings antara keturunan bangsa Viking Inggris dan keturunan Nor, Duke William dinobatkan sebagai raja Inggris.

William segera membendung semua pengaruh dari orang Skandinavia di Inggris dan mengenalkan suatu zaman feodal baru yang meliputi sistem pemerintahan, sistem kepemilikan tanah, dan sistem ekonomi Prancis abad pertengahan. berakhirnya Era Viking dalam buku The Vikings, oleh Else Roesdahl di jelaskan bahwa era Viking berakhir pada tahun 1066. Melainkan itu, di abad ke-11, kerajaan-kerajaan Viking di Skandinavia menjadi Negara merdeka.

demikian sejarah mengenai sejarah kekejaman bangsa viking semoga bermanfaat >>>

 

No Responses

Add Your Comment