Sejarah Uang Lengkap (Pengertian,Sejarah,Fungsinya,Syarat-Syarat dan Jenisnya)

Author: | Posted in Sejarah, sejarah dunia No comments

Sejarah Uang Lengkap-Tidak seluruhnya tahu tantang apa itu uang. sedangkan tiap hari mencarinya. Hampir semua barang di dunia bisa dibeli dengan uang. Lebih-lebih saat kita hidup, sebelum lahir maupun setelah meninggal pun kita masih membutuhkan uang.

uang sendiri bahannya terbuat dari kertas dan logam biasa. Meski demikian, nilai jual uang begitu tinggi. Uang selalu dihargai sesuai nilai nominal yang tertulis. sedangkan, harga bahan atau nilai esensial jauh lebih murah.

Perlu kalian ketahui sebenarnya fungsi uang sangat banyak sekali . Bukan hanya digunakan sebagai alat jual dan beli.  Dan jika kalian mengerti betul sebenarnya Sejarah uang sangat panjang sekali. Mulai dari barter sampai kebutuhan manusia. Di penjelasan kali ini pintasilmu akan menguraikan tentang “apa pengertian uang,sejarahnya,kegunaannya,serta macam-macam uang.

Pengertian uang

Dalam ilmu ekonomi pengertian uang terbagi menjadi 2 sebagai berikut:

1.Ekonomi Tradisional: uang diartikan sebagai alat tukar. Tidak hanya uang saat ini, benda lain seperti emas, perak, bisa dijadikan uang barang. Syaratnya yaitu, benda itu diterima secara global oleh semua kalangan masyarakat setempat.

2.Ekonomi Modern: menurut ekonomi modern definisi uang lebih luas lagi. Bukan saja dipakai untuk alat pembayaran jual beli barang, jasa, dan kekayaan lain, namun bisa juga dipakai untuk pembayaran hutang.

Sejarah Uang

Jangankan uang kerts dan logam pertukaran barang atau yan dikenal dengan barter pun dulu masih  belum dikenal manusia. Kehidupan dimasa dulu tidak selengkap kehidupan sekarang. Dahulu kala Manusia memenuhi kebutuhan dengan caranya sendiri dan terbilang sangat sederhana sekali.

Mereka pergi berburu jikalau merasa lapar. bila Butuh pakaian mereka langsung bergegas membuat pakaiannya dengan memakai bahan kulit binatang ataupun pohon. Dan jika Ingin makan harus pergi ke hutan untuk mencari makan.

Namun seiring berjalanannya masa, kebutuhan hidup manusia semakin bertambah banyak. Apa yang mereka dapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Akibat dari hal ini maka dicarilah opsi lain yakni, tukar-menukar barang antar individu satu dengan lainnya atau yang saat ini dikenal dengan istilah “Barter”.

Sistem Barter

 

Sistem barter dipakai cukup sangat lama, sampai berabad-abad. hingga akhirnya manusia mendapatkan kendala pada sistem itu dikarenakan kehidupan manusian bertambah banyak.

kendati pada sistem barter contohnya sulitnya bertemunya 2 orang pemilik barang yang saling membutuhkan satu sama lain. Misal, dayat punya buah dan butuh ikan, ketemunya dengan ikhlas yang punya ikan namun butuhnya bukan buah, melainkan baju.

Uang Barang

mengatasi masalah seperti contoh di atas, manusia mulai memikirkan lagi sampai akhirnya menemukan ide baru. yaitu memakai benda-benda tertentu untuk dijadikan alat tukar. Benda yang dijadikan alat tukar biasanya yang dapat diterima secara umum. Contohnya pada masa orang Romawi zaman dulu yang alat tukarnya dengan menggunakan garam.

Kalau digambarkan pada si Dayat dan Ikhlas di atas seperti ini. Dayat menjumpai penghasil garam dan menukarnya dengan buah. sesudah garam dipegangnya, barulah menemui Ikhlas yang memiliki ikan. walaupun butuhnya baju, Ikhlas menerima garam karena sudah di akui sebagai uang barang. Sehingga ikhlas pun nampak lebih mudah lagi menukarnya dengan orang lainnya yang mempunyai pakaian.

Meski sangat mudah dibandingkan sistem barter, seiring berjalannya kehidupan manusia yang santat lengkap, sistem uang barang mempunyai titik kelemahan juga. Hal ini disebabkan uang barang tidak memiliki pecahan kecil sehingga sulit untuk menentukan nilai, cara penyimpannya dan pengangkutan masih terbilang sangat susah, serta mudah rusak.

Akhirnya dicarilah benda yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Harus bisa diterima secara umum
  2. Mudah dibawa, dan tahan lama

Benda itu tidak lain ialah uang logam yang bahannya terbuat dari dari emas dan perak.

Pada masa itu pemilik uang logam meliki hak penuh atas uang itu. dan bebas menyimpan sebanyak-banyaknya bahkan bisa dijadikan perhiasan. Hingga timbul rasa kerisauan dikarenakan perdagangan semakin maju tidak bisa lagi diatas hanya dengan uang logam saja. Hal ini mengingat stock emas dan perak yang langkah.

Namun, jangan salah Uang kertas yang tersebar saat itu merupakan bukti kepemilikan emas dan perak. Lemabaran kertas itu dijamin 100% oleh emas dan perak yang tersimpan di pandai. Supaya sewaktu-waktu uang itu dapat dipakai untuk ditukar kembali dengan jaminannya.

Pada perkembangan berikutnya, inilah yang dijadikan cikal bakal uang yang kita gunakan contohnya seperti sekarang ini. Orang-orang tidak lagi memakai emas secara langsung untuk bertransaksi. Melainkan mereka lebih suka menggunakan lembaran kertas sebagai bukti transaksi.

Fungsi Uang

fungsi uang dipakai sebagai jembatan para penjual dan pembeli untuk bertransaksi, menjauhi sistem barter yang banyak menemui kendati, mempermudah para pedagang untuk bertransaksi,tapi secara detail fungsi uang terbagi menjadi dua. yakni fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • dijadikan alat tukar atau medium of exchange dengan tujuan untuk mempermudah pertukaran
  • sebagai unit of account
  • sebagai alat penyimpan nilai (valuta).

Fungsi turunan dibagi menjadi:

  • Uang dipakai alat pembayaran yang sah.
  • dipakai sebagai alat pembayaran hutang.
  • dipakai sebagai alat penyimpanan kekayaan.
  • sebagai alat pendorong perekonomian

Syarat-syarat uang

Suatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat berikut:

Benda harus bisa diterima secara umum (acceptability)

Untuk memenuhi sayarat poin 1, benda itu harus mempunyai tinggi setidaknya ada jaminan dari pemerintah

  • Harus bisa tahan lama (durability)
  • Kualitasnya harus sama (uniformity)
  • Tidak mudah di tiru (scarcity)
  • Mudah dibawa kemana saja (portable)
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilainya (divisibility)
  • stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis uang

jenis uang terbagi menjadi 2 jenis yakni, sebagai berikut :

Uang kartal: ialah alat pembayaran yang sah dan wajib dipakai oleh masyarakat dalam bertransaksi jual beli sehari-hari (common money).

Uang giral: ialah uang yang dimiliki orang-orang dalam bentuk simpanan (deposito) dan bisa ditarik sesuai kebutuhan, contoh cek.

Uang menurut bahannya

1.Uang logam

uang yang bahannya dibuat dari logam. Dipilih memakai logam sebab dapat tahan lama. Pada awal munculnya bahannya terbuat dari bahan emas ataupun perak. Semakin tinggi nilainya semakin tinggi juga daya tukarnya.

Dengan demikian uang memiliki 3 nilai: Nilai intrinsic(nilai bahannya), Nilai nominal(nilai tertera), Nilai tukar(nilai daya tukar. Misal Rp500.00 nilai tukarnya dapat roti, Rp1000.00 nilai tukarnya bisa dapat rokok

2.Uang kertas

uang yang bahannya di buat dari kertas. Uang jenis itu hanya mempunyai nilai nominal dan nilai tukar yang tinggi, namun dari segi nilai intrinsiknya tidak. Begitu pula saat ini, uang logam dibuat dengan logam biasa yang mengakibatkan nilai intrinsiknya tidak seimbang dengan nilai nominal.

Menurut nilainya uang terbagi menjadi 2 bagian :

  • Uang penuh (full bodied money): dikatakan sebagai full bodied money jika nilai yang tertulis di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang dipakai. Dengan kata lain, nilai nominal yang tertera sama dengan nilai intrinsik yang terdapat dalam uang tersebut.
  • Uang tanda (token money): Uang tanda apabila nilai yang tercantum pada uang lebih tinggi dibanding nilai bahan yang dipakai untuk pembuatannya. contoh, untuk membuat uang Rp5.000,00 pemerintah menghabiskan biaya sebesar Rp1000,00.

Add Your Comment