Tragedi Perang Ambon 1999 Lengkap

Author: | Posted in sejarah indonesia No comments

Tragedi Perang Ambon- pada pembahasan sebelumnya pintasilmu.com telah membahas mengenai sejarah kerajaan demak. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Tragedi Perang Ambon 1999.

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengirim M Hafidz MSc,  ke Ambon untuk meliput tragedi pembunuhan Muslimin yang dilakukan oleh kaum Kristen. pembunuhan itu terjadi selama 3 bulan, Januari sampai April 1999. Sejumlah gambar hasil rekamannya  dicetak di buku “Ambon Bersimbah Darah” terbitan Dea Press, Jakarta, 1999.

Pembunuhan yang di lancarkan kaum Kristen kepada Muslimin di Ambon dan Maluku hanya untuk memberitahukan rasa kebencian mereka kepada umat Islam.

Kaum kristen membunuh umat Islam pada saat Hari Raya Idul Fitri 1419H. pembunuhan itu menimbulkan banyak korban berjatuhan dan sebagian dari umat islam mengalami luka. mereka membunuh umat islam dalam kondisi tidak sadar atau mabuk.

Senjata mereka berupa panah, parang, bom Molotov dll. Semuanya telah dipersiapkan semenjak 4 bulan sebelum terjadinya pembunhan itu. Sedangkan Umat Islam tidak ada persiapan sama sekali sehingga umat islam mengalami kekalahan.

Setelah Umat Islam di serbu kaum Kristen, korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit umum yaitu Kampung Kuda Mati. Namun kaum Kristen tidak tinggal diam dia langsung menyusul masuk ke rumah sakit itu, dan memeriksa para medis RSU dengan memeriksa identitasnya. jikalau ternyata kaum Islam maka langsung di bunuh.

Sedangkan umat islam yang yang dirawat disitu langsung dibunuh juga oleh kaum Kristen. Kaum Kristen juga menyerang kantor Pemda Departemen,Kantor Pos dll di Ambon. dengan cara memeriksa identitas para pegawai jika ternyata pegawai itu identitas nya beragama Islam maka langsung dibunuh.

Aparat Membunuh Umat Islam

tragedi perang

aparat kristen

kebiadaban mereka yang berlebihan masih pula ditambahi dengan dengan campur tangan para aparat dalam membunuh terhadap umat Islam.

Suatu buktinya di Masjid Al-Huda, yakni tragedi shubuh berdarah, 1 Maret 1999M. penembakan dalam masjid 1 orang, dan penembakan mati di luar masjid 2 orang, sedang yang luka ditembak sebagian orang.

Penembak Di Luar Masjid

tragedi perang

peang ambon

Ketidak hadiran rawatib menimbulkan berbagai pendapat dari para makmum yang sholat. Karena tidak ada kehadiran rawatib maka dengan terpaksa diganti rawatib lain. di Di sinilah kemudian muncul berbagai pendapat, bahwa rawatib tidak hadir karena di tembak mati oleh para aparat sebab meneruskan sholatnya di dalam masjid.

Bukti kedua, di tembak nya 3 orang Muslim oleh polisi dan tentara sekitar. 3 orang muslim itu yaitu Faisal Marasabessi, Abu Bakar Nankatu, dan Baharuddin Bugis. Mirisnya lagi yang menembak adalah aparat kaum Kristen dan masih tetangganya sendiri.

Cara-Cara Membunuh Tragedi Perang Ambon

Kaum Kristen membunuh orang muslim saat dalam keadaan mabuk. Mereka memakai panah, parang, dan bom untuk membakar para muslim. Parang itu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998. Kaum kristen memesan bermacam-macam parang dari Kampung Iha di Saparua. Hanya saja orang muslim tidak mengerti, untuk apa mendatangkan banyak parang ke Ambon.

Menurut dari Korem senjata-senjata itu berasal dari Belanda bersamaan dengan pengiriman mayat. pengiriman mayat dari Belanda tidak sekaligus. Peti mati yang dikirim diisi dengan senjata RPG7 Basoka. Itulah yang kemudian di jadikan alat membunuh umat Islam di Saparua.

tragedi perang

pembakaran perang

Tragedi berdarah itu, semula yang jadi korban adalah orang Islam, yakni penggempuran terhadap umat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H.

Tempat tinggal orang Kristen serta gereja banyak yang masih utuh, sebab orang Islam tidak membakarnya. untuk memancing umat Islam, maka kaum kristen sendiri yang membakari rumah-rumah mereka. Itu jelas-jelas di lihat langsung oleh para muslim  bahwa mereka (orang Kristen) sendirilah yang membakari rumah dan gerejanya.

karena umat Islam hanya mempertahankan diri dan yang di bunuh oleh umat muslim hanya orang-orang yang ingin membunuh saja. Para wanita,anak serta orang tua yang mati dari pihak Kristen bukan orang muslim yang membunuhnya melainkan kaum Kristen sendirilah yang membunuh mereka.

Para syuhada, yang  mati syahid karena mempertahankan agama Allah dibunuh oleh orang-orang Kristen. dan para syuhada yang mati , hanya dikubur bersama pakaiannya yang berlumuran darah.

Mengenai orang Muslimah hamil tua lalu dibelah perutnya oleh orang Kristen, bayinya dikeluarkan lalu dicincang-cincang, saya datang ke sana sudah berlalu, saya tidak melihatnya. Namun berita itu diketahui oleh seluruh masyarakat.

Penyerangan selain di Ahuru, terakhir di Tual, di Kampung Larat. dalam penyerbuan itu, H Abdul Aziz Rahayantel selaku imam dari masjid larat dibunuh di dalam masjid pada hari Jum’at. 3 orang Muslim dibunuh di dalam masjid. Kurang dari seminggu, korban jiwa mencapai lebih dari 100 orang. Di kampung Kei Besar kebanyakan yang meninggal para Muslim, sedangkan di Kampung Kei Kecil yang meninggal mayoritas Katolik.

Orang-orang Kristen membunuh tidak ingat waktu  terkadang malam, subuh, terkadang pula bisa siang ataupun sore. Contohnya di Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan siang hari menjelang sore. Sedangkan di Larat, penggempuran terhadap dilakukan ba’da sholat Jum’at, siang hari.

Demikian Pembahasan Mengenai Tragedi Perang Ambon 1999 semoga bermanfaat>>>

No Responses

Add Your Comment